TRASNEWS.COM, PALEMBANG – Menggelorakan semangat belajar, mengajar, dan mencerdaskan kader bangsa, mengadakan agenda Lomba Cerdas Cermat yang begitu menarik. Ajang ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi dunia pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, untuk terus memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Sumatera Selatan.
Seperti peringatan Haul KH. Malik Tadjuddin ke-25 dan 1 Abad NU menjadi momentum bagi SMP-SMA NU Palembang untuk menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat Ke-NU-an pada Rabu (3/9/2025). Acara yang bertempat di Jalan Jenderal A. Yani 14 Ulu Palembang ini diikuti oleh 45 tim dari berbagai sekolah di Kota Palembang yang menjadi wadah untuk memupuk kecerdasan dan pengetahuan para siswa tentang Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, guru, dan undangan yang hadir. Terlihat dari tata letak acara yang rapi dan suasana penuh semangat sejak awal. Menurut Ketua Panitia, Sri Susilawati, S.Pd, lomba ini bertujuan untuk memupuk semangat belajar serta mencerdaskan generasi muda sebagai kader bangsa.


Acara dibuka secara resmi oleh Ir. Ahmad Dailami, perwakilan dari Yayasan Manba’ul Ma’arif NU Kota Palembang. Ia menyatakan bahwa lomba ini adalah yang pertama kali diadakan di Palembang.
“Lomba ini berjalan lancar dan sukses sesuai target dengan 45 tim yang berpartisipasi,” ujar Ahmad Dailami saat diwawancarai awak media. Lomba ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu tingkat SD/MI dan SMP/MTs.
Namun, ia juga menyampaikan rasa sayangnya terhadap kurangnya respons dari sekolah-sekolah yang dikelola oleh orang-orang NU sendiri.
“Sedikit disayangkan, lomba ini kurang direspons oleh sekolah yang dikenal dan dikelola oleh orang-orang NU sendiri, termasuk pengurus NU,” tegasnya.
Dari 45 tim peserta, hanya 50 persen yang berasal dari sekolah yang dikelola oleh NU, sementara sisanya datang dari sekolah yang dikelola oleh simpatisan NU.
“Mungkin mereka merasa tidak perlu dan tidak penting dengan lomba seperti ini karena merasa sudah jauh lebih tahu dan memahami sejarah serta tentang Ke-NU-an itu sendiri. Jadi mereka beranggapan tidak perlu ikut lomba,” jelas Dailami kepada wartawan. *
(Perwarta; Mr.WancikAN.BE
KaBiro Kota Palembang
Wakaperwil Sumsel dan Anggota PWI Sumsel)






