TRASNEWS.COM, PALEMBANG.- DPD Asosiasi Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia (APKARI) Sumatera Selatan menggelar dua agenda penting dalam satu waktu: Rapat Penyusunan dan Pemutakhiran Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran serta Musyawarah Daerah (Musda) I untuk periode 2025–2030. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Jumat 15 Agustus 2025.
Kabid Damkar Provinsi Sumsel, Zamhari Nawawi, ST, M.Si., menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran ini merupakan yang pertama dilakukan oleh daerah di Indonesia. Hal ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 14 Tahun 2024, di mana setiap dinas diwajibkan menyusun dokumen pendukung Standar Pelayanan Minimum (SPM) di bidang kebakaran.
“Ini adalah hal yang wajib dan menjadi tuntutan regulasi. Mudah-mudahan dengan adanya dukungan dari APKARI, berbagai kekurangan yang belum bisa dipenuhi oleh dinas dapat terbantu,” ujar Zamhari.
Dalam kesempatan yang sama, Musda I DPD APKARI Sumsel juga menetapkan Kemas Haikal, S.Kom, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, sebagai Ketua DPD APKARI Sumsel periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Kemas Haikal menyampaikan bahwa APKARI adalah wadah kolaborasi untuk meningkatkan sinergi antar pemangku kepentingan dalam bidang kebakaran dan penyelamatan.
“Ini bukan sekadar organisasi, tapi tempat kita semua berbagi, berdiskusi, dan saling mendukung agar tugas-tugas pemadam kebakaran di Sumsel bisa dijalankan secara maksimal,” ungkap Haikal.
Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan standar pelayanan minimum, mulai dari aspek peralatan, operasional, hingga sumber daya manusia (SDM).
“Kami berharap, melalui APKARI, semua pihak bisa lebih terbuka untuk bekerja sama dan berbagi solusi atas permasalahan kebakaran di Sumatera Selatan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Haikal menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga, khususnya terkait penggunaan listrik dan kompor.
“Kita tidak bisa sepenuhnya mencegah kebakaran, tapi kita bisa mengedukasi agar risiko itu dapat diminimalkan,” tutupnya.**
Penulis : oktarina
Editor : aa | redaksi






