PALEMBANG. TRASNEWS.COM- Bong Su yang lebih dikenal sebagai Kapiten Bong Su adalah saudara bungsu dari 3 Pangeran Bersaudara asal Tiongkok dari dinasti Ming yang melarikan diri dari Daratan menuju Palembang karena situasi politik pada abad 17 disekitar tahun 1645 M.

Ombak badai politik yang menerpa negeri leluhur sirna dalam sekejap dari ingatan sang Pangeran Muda Usia usai menapakan kaki di Kerajaan Palembang
Negeri nan indah permai ini memantapkan pemikirannya untuk tinggal dan hidup hingga pada saatnya Turut Berjuang Bersama Warga Palembang melawan VOC hingga tetes darah terakhir GUGUR sebagai Kusuma Bangsa di-usia muda di-negeri barunya di-sekitar perairan Pulo Kemaro pada tahun 1659 M
Gugur sebagai Patriot Tanpa Tanda Jasa , Tanpa Pamrih semata tuk membela negeri barunya melawan Penjajah Tanah Air-nya >> Layakkah beliau Kapiten Bong Su seorang Muslim Tionghoa , kita daulat Pemerintah R.I. sekarang tuk ditetapkan sebagai seorang Pahlawan Nasional ?
Sesungguhnya Wahai Tauladan kami , *lGenerasi Tionghoa Penerusmu yang kini adalah Bangsa Indonesia , Berjiwa Bhinneka Tunggal Ika Garuda Pancasila kan memperjuangkan Fakta bahwa Engkau , Kapiten Bong Su adalah Sejarah bukan Legenda.
Untukmu wahai all dulur , Pemerintah Daerah serta Kelbes Yayasan Toa Pek Kong P. Kemaro / Tri Dharma dan Seluruh Warga Sumsel yok kito Satukan Hati dalam Cinta tuk Bersama Mengelola P. Kemaro , Menempatkan Makam2 Para Ulama & Pahlawan Bangsa pada Tempat Terhormat serta Mempercantik Lingkungan , Menjaga Bangunan Kelenteng dan lain-lainya yang sudah ada serta Meningkatkan Kenyamanan / Keamanan tuk Menjadi Sarana Tujuan Wisata Religi Dunia dan SIMBOL KERUKUNAN UMAT
Gubahan : H.Herryanto , Pembina DPW PITI SUMSEL
Inspirator:
Pencinta Kerukunan Umat Sumatera Selatan, yang dia turut menghadiri undangan pada Kegiatan Pengukuhan Forum Peduli Sejarah dan Budaya (Foliraya) Sumatera Selatan. Seminar : “Situs Kapiten Bongsu di Pulau Kamarau : Sejarah atau Legenda” ??.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dari pantauan awak media TransNews.Com (Mr.Wancik.AN) yang diundang oleh panitia penyelenggara untuk meliput langsung agenda acara itu, pada hari Rabu (13/8/2025) baru lalu di Rumah Dinas Walikota Palembang, berjalan khitmat, disambut hangat penuh antusias dari semua kalangan (Akademisi, Tokoh masyarakat, Staf Walikota Palembang, dan Narasumber berkopetensi, Pengamat Sejarah, Budaya, Masyarakat umumnya), yang menghadiri memenuhi ruangan, sejak pagi pukul : 08.00 s.d selesai 12.30 WIB,
, guna membuka wawasan pola pikir akan peninggalan sejarah dari masa ke masa penuh barokah.*

(Pewarta : Mr.Wancik.AN.BE.
KaBiro Kota Palembang.Wakaperwil Sumsel dan Anggota Resmi PWI Sumsel).









