Tarech: Soal Banjir, Bukan Salah Pemerintah !

- Jurnalis

Senin, 17 Maret 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRASNEWS.COM, – BANJIR yang datang setiap tahun merupakan peristiwa alam yang dipengaruhi buruknya cuaca.

Selain itu, faktor sampah dan sedimentasi yang mengendap di dasar sungai, semakin memperparah situasi penyebab banjir.

Banjir yang melanda Kota Palembang, misalnya, merupakan peristiwa alam yang selalu menjengkelkan masyarakat.

Terkait madalah itu, pemerhati masalah sosial kemasyarakatan Dr Drs Tarech Rasyid MSi, mengatakan bahwa peristiwa alam seperti ini, selalu melanda di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kota Palembang.

“Kalau saya perhatikan selama ini, masyarakat kita selalu menyalahkan pemerintah apabila banjir melanda di berbagai tempat. Padahal tanpa kita sadari bahwa bisa saja ada kesalahan kita juga dalam konteks banjirnya lingkungan di sekitar kita,” ujar Tarech Rasyid kepada media ini, Senin, 17 Maret 2025.

Lho, kok ada juga kesalahan masyarakat?
“Iyalah. Coba kita perhatikan warga yang bermukim di pinggiran sungai, selalu membuang sampah rumah tangga secara sembarangan ke sungai. Itu saya perhatikan saat saya berada di sana,” jelas Tarech.

Baca Juga :  Kadin Sumsel Berharap Quota Bio Solar, Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertamax Turbo Harus Ditambah dan Empat SPBU Dilarang Jual Solar Segera dipulihkan.

Bahkan yang membuang sampah rumah tangga sembarangan itu tidak hanya satu keluarga saja, tapi orang-orang yang hidup dan tinggal di pinggiran sungai kota ini, selalu bersikap buruk seperti itu.

Ada hal prinsip yang perlu harus di diperhatikan adalah berkurangnya wilayah resapan air yang digunakan masyarakat sebagai lokasi pemukiman. Maka banjir akan menggenang ke berbagai ruang. Nah, jika banjir melanda wilayah kota, yang disalahkan justru pemerintah, dalam kaitan ini pihak walikota.

Menurut Tarech, sejak dulu Sumatera Selatan (Kota Palembang) merupakan wilayah sembilan sungai. Karena itu corak wilayahnya rawan banjir.

“Tapi terus terang saja, apabila musim hujan, banjir tidak saja terjadi di Kota Palembang, tapi di Jakarta, Bekasi, Lampung, Bengkulu, serta wilayah dalam kawasan berair akan selalu kebanjiran,” katanya.

Tak hanya di Indonesia, banjir juga terjadi di Jepang, Singapura, Australia, dan Malaysia yang penataan kawasannya terbilang lebih baik.

Baca Juga :  Polda Sumsel Kirim Berton-Ton Logistik ke Daerah Terdampak Bencana, Aceh dan Sumut

Jadi wajar apabila Palembang yang dikenal sebagai Venesia dari timur ini selalu kebagian banjir ketika musim hujan tiba.

Namun warga tak perlu cemas menghadapi banjir. Sebab masyarakat harus bahu-membahu untuk membantu pemerintah dalam hal mengatasi kawasan banjir.

Selain tidak membuang sampah di sembarang tempat, Tarech berharap agar warga membuka jalan air sehingga tidak mengendap.

“Jika ditambah dengan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan di sungai, banjir pasti akan melanda wilayah itu,” tukasnya.

Menurut Tarech, sampah rumah tangga dan sedimentasi merupakan bagian terbesar yang mengakibatkan banjir.

Tapi memotong jalur kawasan resapan air karena pembangunan gedung perumahan, bangunan ekonomis, serta dijadikan wilayah pemukiman warga, tentu akan mengurangi wilayah resapan air hujan.

“Ini yang perlu menjadi kesadaran warga. Sebab jika tidak diri kita sendiri yang berusaha membantu pemerintah, maka siklus genangan air akan tetap melanda masyarakat kita apabila musim huja tiba,” tutupnya. (* anto narasoma)

Berita Terkait

Ratu Dewa Kunjungi SMA PAB Palembang
Hutama Dinata “Sekarat” Akibat Dikeroyok 15 Orang di Depan Rumah Dinas Walikota
Polda Sumsel Kirim Berton-Ton Logistik ke Daerah Terdampak Bencana, Aceh dan Sumut
Rekam Jejak Ir H Eddy Santana Putra, MT Bukti Nyata Dari Sebuah Dedikasi Tanpa Kompromi
Sopir Truk Sumsel Demo Tuntut Revisi Aturan Solar, Eddy Santana Sarankan Bila Tidak Selesai, Tempuh Jalur Hukum
Kadin Sumsel Berharap Quota Bio Solar, Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertamax Turbo Harus Ditambah dan Empat SPBU Dilarang Jual Solar Segera dipulihkan.
Ahli Waris Alm SAIDINA OEMAR Tuntut Penegakan Hukum Dan Keterbukaan Kementerian ATR/ BPN Kota Palembang
Disaksikan Ketua Umum, Pengurus DPC/ PAC/ Kelurahan Pasukan 08 se-Kota Palembang Resmi Dilantik
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:11 WIB

Ratu Dewa Kunjungi SMA PAB Palembang

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:04 WIB

Hutama Dinata “Sekarat” Akibat Dikeroyok 15 Orang di Depan Rumah Dinas Walikota

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:47 WIB

Polda Sumsel Kirim Berton-Ton Logistik ke Daerah Terdampak Bencana, Aceh dan Sumut

Senin, 15 Desember 2025 - 11:40 WIB

Rekam Jejak Ir H Eddy Santana Putra, MT Bukti Nyata Dari Sebuah Dedikasi Tanpa Kompromi

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sopir Truk Sumsel Demo Tuntut Revisi Aturan Solar, Eddy Santana Sarankan Bila Tidak Selesai, Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

Palembang

Ratu Dewa Kunjungi SMA PAB Palembang

Kamis, 12 Mar 2026 - 17:11 WIB