TRASNEWS.COM, PALEMBANG,— Kemacetan panjang terjadi setiap hari di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, tepatnya di sekitar SPBU yang berada di samping bengkel Pass.
Warga mengeluhkan antrean panjang kendaraan pengisi solar yang membuat arus lalu lintas tersendat, ditambah lagi dengan adanya proyek galian pembuatan box culvert di depan SPBU tersebut.

“Sudah macet karena antre BBM, ditambah proyek galian yang bikin jalan makin sempit. Jadinya tambah parah,” kata Rian (34), salah satu pengguna jalan yang ditemui di lokasi, Kamis (6/11/2025).
Kemacetan di titik itu disebut warga sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Setiap jam sibuk, antrean kendaraan bisa mengular hingga ratusan meter.
“Setiap hari macet di sini. Kalau pagi dan sore, bisa sampai setengah jam cuma buat lewat SPBU ini,” ujar Yuli (29), warga sekitar.

Proyek Tanpa Kajian Lapangan Dinilai Menambah Beban Warga
Sejumlah pengguna jalan menilai, pemerintah atau pihak terkait tidak memperhitungkan kondisi lalu lintas di lapangan sebelum melaksanakan proyek tersebut.
“Kalau mau bangun ya silakan, tapi lihat dulu situasi jalan. Sudah macet, malah dibangun box culvert pas di depan SPBU. Harusnya ada survei dulu,” kritik salah satu warga.
Menurut mereka, pelaksanaan proyek seharusnya memperhatikan dampak terhadap arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. Tanpa rekayasa lalu lintas yang memadai, kegiatan pembangunan justru menambah beban masyarakat.
Manager SPBU Solahudin saat ditemui wartawan menjelaskan jika sebelumnya sudah mengingatkan PUPR untuk hanya menormalisasi saja karena sebelumnya tahun 2016 sudah pernah dilakukan pekerjaan serupa.
” Pernah dikerjakan tahun 2016, tak perlu dibongkar, sudah diingatkan dan sudah ditolak jangan dibongkar dinormalisasi saja, sekarang bisa dilihat akibat pengerjaan menyeluruh akhirnya hancur, longsor, akses masyarakat yang ingin mendapatkan bbm jadi terganggu,” ujar Solahuddin.
Pertamina Diminta Jelaskan Antrean Solar Menjelang Akhir Tahun
Selain proyek galian, warga juga mempertanyakan antrean panjang di setiap SPBU yang kerap terjadi menjelang akhir tahun. Mereka menduga adanya penurunan pasokan atau distribusi bahan bakar jenis solar.
“Setiap akhir tahun pasti begini. Apakah stok BBM memang habis, atau pasokannya dikurangi? Tidak pernah ada penjelasan jelas ke warga pengguna solar,” kata warga lainnya.
Warga menilai, kondisi ini berlawanan dengan semangat pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan distribusi energi dan pelayanan publik.
Harapan Warga: Penataan dan Koordinasi yang Lebih Baik
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pihak proyek, dan Pertamina dapat berkoordinasi lebih baik untuk mengurangi dampak kemacetan di setiap kawasan spbu.
“Harusnya jangan asal kerja. Perhatikan kondisi di lapangan supaya masyarakat tidak jadi korban kebijakan yang tidak terencana,” tutur Rian.**
Editor : redaksi









