Lalu kemudian pada akhirnya pencarian tersebut membuahkan hasil, dan diketahuilah bahwa pemilik Bokor Emas terebut adalah Putri Dayang Merindu seorang Putri Cantik Jelita yang berambut panjang.
Mendengar laporan tersebut tertariklah Sang Pangeran untuk melamar Sang Putri untuk dijadikan istri. Kemudian Pangeran Palembang berangkat bersama punggawa Kerajaan membawa Gegawaan sebagai persembahan lamaran kepada Sang Putri.
Sampai disana ternyata lamaran Sang Pangeran ditolak Sang Putri dengan alasan telah memiliki Tunangan seorang Pemuda bernama Dewa Jaya.
Akhirnya Sang Pangeran merasa marah, kecewa dan murka, sehingga Sang Pangeran menantang duel Ilmu Silat kepada Tunangan Putri Dayang Merindau, bagi siapa saja yang menang maka berhak menikahi Putri Dayang Merindu, lalu terjadilah duel dua pemuda tersebut setelah beberapa lama Sang Pangeran dan Dewa Jaya Imbang tidak ada yang kalah, maka ketika itu pula pada akhirnya diputuskan untuk mengubah pertandingan ini menjadi perlombaan Bidar, lalu kemudian titik akhir keputusan tersebut bahwa Sang Pangeran Palembang dan Dewa Jaya berlomba mengayuh Bidar, yang keduanya ketika itu mangayuh Bidar sekuat tenaga hingga kehabisan tenaga dan lalu keduanya tutup usia (wafat) karena kelelahan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya









