Sejarah Lomba Bidar Palembang dan Dampak Ekonomi dan Sosial Budaya

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyikapi dan memaknai dari Peristiwa ini membuat Sang Putri Dayang Merindu bersedih dan menyesal. Yang akhirnya Sang Putri menghadap Sang Raja Palembang dan sebagai bentuk penyesalan Putri Dayang Merindu merelakan tubuhnya dipotong menjadi dua bagian, separuh bagian dikuburkan bersama Sang Pangeran Palembang dan separuh bagian lainnya dikuburkan bersama Tunangannya Dewa Jaya.

Baca Juga :  Kapiten Bong Su dan Jejak Sejarah Pulau Kemaro: Warisan Perjuangan yang Terlupakan

Akhirnya Raja Palembang menggangguk setuju dan yang mendapat tugas untuk mengeksekusi Putri Dayang Merindu, yaitu : Tumenggung Mintik, guna untuk mengenang peristiwa wafatnya Sang Pangeran, sejak saat itu diadakanlah Perlombaan Bidar di Kota Palembang oleh Raja Palembang setiap tahunnya, dan tetap lestari hingga saat ini masih tetap diselenggarakan oleh masyarakat Kota Palembang, namun diadakan pada saat moment peringatan HUT Kemerdekaan RI dan HUT Hari Jadi Kota Palemabng, serta Hari-hari Besar lainnya.

Baca Juga :  Sultan Mahmud Badaruddin II : "Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan"

Dan juga tempat mandi Putri Dayang Merindu dinamakan Keramasan dikarenakan Putri Dayang Merindu sering mandi keramas di Sungai tersebut.*

 

(Pewarta : Mr.Wancik.AN.BE.
KaBiro Kota Palembang.
Wakaperwil Sumsel dan Anggota Resmi PWI Sumsel).

Berita Terkait

Sultan Mahmud Badaruddin II : “Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”
Kapiten Bong Su dan Jejak Sejarah Pulau Kemaro: Warisan Perjuangan yang Terlupakan
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Oktober 2025 - 00:25 WIB

Sultan Mahmud Badaruddin II : “Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”

Rabu, 20 Agustus 2025 - 18:51 WIB

Sejarah Lomba Bidar Palembang dan Dampak Ekonomi dan Sosial Budaya

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:53 WIB

Kapiten Bong Su dan Jejak Sejarah Pulau Kemaro: Warisan Perjuangan yang Terlupakan

Berita Terbaru