Menyikapi dan memaknai dari Peristiwa ini membuat Sang Putri Dayang Merindu bersedih dan menyesal. Yang akhirnya Sang Putri menghadap Sang Raja Palembang dan sebagai bentuk penyesalan Putri Dayang Merindu merelakan tubuhnya dipotong menjadi dua bagian, separuh bagian dikuburkan bersama Sang Pangeran Palembang dan separuh bagian lainnya dikuburkan bersama Tunangannya Dewa Jaya.
Akhirnya Raja Palembang menggangguk setuju dan yang mendapat tugas untuk mengeksekusi Putri Dayang Merindu, yaitu : Tumenggung Mintik, guna untuk mengenang peristiwa wafatnya Sang Pangeran, sejak saat itu diadakanlah Perlombaan Bidar di Kota Palembang oleh Raja Palembang setiap tahunnya, dan tetap lestari hingga saat ini masih tetap diselenggarakan oleh masyarakat Kota Palembang, namun diadakan pada saat moment peringatan HUT Kemerdekaan RI dan HUT Hari Jadi Kota Palemabng, serta Hari-hari Besar lainnya.
Dan juga tempat mandi Putri Dayang Merindu dinamakan Keramasan dikarenakan Putri Dayang Merindu sering mandi keramas di Sungai tersebut.*
(Pewarta : Mr.Wancik.AN.BE.
KaBiro Kota Palembang.
Wakaperwil Sumsel dan Anggota Resmi PWI Sumsel).









