TRASNEWS.COM, PALEMBANG.- Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Kota Palembang banyak tempat wisata dan peribadatan, yakni sebut saja Masjid, Kelenteng, Gereja yang menyajikan ragam bangunan bergaya arsitektur unik, modern, minimalis menarik perhatian semua kalangan, adalah rancang bangun arsitektur yang punya ciri khas tersendiri dan mereka hidup rukun, damai, harmonis saling menghormati antar penganut agama masing-masing, ada yang di Seberang Ulu, dan Seberang Ilir disatukan Jembatan Penyeberangan, yakni Jembatan AMPERA, yang dibawahnya dialiri Sungai Musi terkenal itu.
Jika kita ditelusuri lebih jauh bahwa kota tua ini (Kota Palembang) punya sarana prasarana bangunan komplek JSC “Jakabaring Sport City” juga difasilitasi oleh infrastruktur modern, yakni LRT guna menunjang para atlet, oficial, pengunjung ketempat arena berbagai cabang olahraga tingkat nasional maupun skala internasional ada di kota ini, kota kebanggaan wong Palembang pernah menggelar even olahraga nasional pada PON 2004, Sea Games dan Asian Games 2018 lalu, kemudian juga banyak ada bangunan cagar budaya, kuliner (aneka makanan khas Palembang dan Indonesia pada umumnya) yang sangat menarik dikunjungi para wisatawan lokal dan manca negara.

Menarik Dikunjungi Para Wisawan Lokal Dan Manca Negara, adalah salah satunya Kelenteng Tertua Di Kota Palembang, Dewi Kwan Im, 10 Ulu ini yang selalu dihibur alunan musik bagi pengunjung, guna memeriahkan suasana cerah ceria dengan musik Karaoke dan Blass Musik Jidor.
Nah, baru-baru ini dari pantauan awak media TrasNews (Mr.Wancik.AN) menyelusuri tempat peribadatan Kelenteng Chandra Nadi (Soei Goeat Kiong), beralamat di 10 Ulu Palembang, pada hari Minggu (13/7/2025) kemarin tempat Ibadah Tri Dharma Agung Soey Goeat Kiong ramai dikunjungi oleh masyarakat yang beribadah di Kelenteng Dewi Kwan Im tidak hanya berasal dari Kota Palembang saja, melainkan dari beberapa kota besar di Indonesia hingga luar negeri, sebut saja seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong dan masih banyak lagi dari beberapa negara lainnya.
Memfokuskan dirinya, yang mereka mengikuti agenda peribadatan tersebut sejak pagi hari hingga malam hari dihiasi ratusan lampion lampu bergelantung tertata rapi menghiasi disepanjang halaman di Kelenteng Dewi Kwan Im, yang pada malam hari ratusan lampion bergelantungan itu memancarkan cahaya gemerlap romantis dominan bewarna merah tampak begitu indah, elok dipandang mata, sejauh mata memandang bagi para wisatawan lokal dan manca negara, yang memanjakan mata oleh karena view-nya itu berdekatan dekat pesisir Sungai Musi Palembang, dengan icon Kota Palembang terkenal itu bernuansa sarana infratruktur Jembatan AMPERA memancar cahaya gemerlap lampu warna warni, dan inilah kata penikmat musik dengan lagu legend pernah lahir di kota tua ini dari album group band Goldeng Wing’s, berjudul : “Palembang di Waktu Malam” (Mutiara Yang Hilang), yang dipopulerkan oleh musisi dan penyanyi Alm.Karel Simon.

Di sisi lain, yang sementara itu, Atek Liem King bermukim di Kota Palembang, dia salah satu pengunjung akan melaksanakan ibadah di Kelenteng Dewi Kwan Im saat diwawancarai disela-sela acara hiburan Musik Karaoke dan Blass Musik Jidor oleh awak media di halaman kelenteng mengatakan bahwa menurutnya laman resmi Giwang Sumsel.
“Kelenteng yang dikenal dengan nama Dewi Kwan Im ini dibangun pada masa kesultanan Palembang Darussalam dan Kolonial Belanda.
Lalu kemudian ditambahkannya lagi (Atek Liem King) mengungkapkan menurut skripsi berjudul makna simbolik tradisi sembahyang bagi pemeluk Ajaran Tridharma di Kelenteng Chandra Nadi (Soei Goeat Kiong), yang diperingati di 10 Ulu Palembang hanya Gustyn Ningrum, juga kelenteng ini pun ada sejak lama, sekitar 300-400 tahun yang lalu.
Tempat ibadah warga Tionghoa ini dibangun karena saat itu para perantau Tionghoa ke Palembang tidak memiliki tempat singgah dan beribadah, dan yang jelas katanya pula Tempat Ibadah Tri Dharma Agung Soey Goeat Kiong, merupakan Peringatan Kwan Im Po Sat (Avalokitesvara Bodhisattva), yaitu adalah mencapai kesempurnaan”, ujarnya dengan mimik ekspresi wajah serius, namun dia bersahaja saat memberi pandangannya ke awak media.*
(Pewarta : Mr.Wancik.AN.,BE.
KaBiro Kota Palembang.Wakaperwil Sumsel dan Anggota Resmi PWI Sumsel).









