Menyikap Keberhasilan Sosok Sultan Mahmud Badaruddin II Dalam Perang Palembang 1819-1821

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan sejarah Perang Palembang 1819-1821.

Perang Palembang 1819

  1. Periode Pertama, yakni

Perang pada periode pertama ini dimulai pada tanggal 11 Juni 1819, berawal dari sebelas serdadu Belanda memeriksa sisi luar keraton dan memicu terjadinya bentrokan senjata. Dalam insiden itu Haji Zain memimpin penyerangan terhadap serdau Belanda. Pertempuran antara kedua belah pihak tidak dapat dihindarkan. Sehingga dalam pertempuran itu Haji Zain, Kemas Said, dan Haji Lanang terbunuh.

Perang Palembang dimulai dengan serangan singkat terhadap pasukan Belanda pada pukul setengah empat pagi, 12 Juni 1819. Penyerangan tersebut merupakan serangan balasan atas insiden yang menewaskan seorang penduduk Palembang.

Melihat situasi tersebut, Mutinghe mengambil sikap dengan memerintah Mayor Tierlam untuk segera membawa pasukannya meninggalkan keraton Kuto Lamo. Mereka menghuni sebuah bangunan yang tengah dibangun untuk kebutuhan mereka. Pada saat mereka tengah menuju bangunan tersebut, mereka diserang oleh laskar Palembang sehingga meletuslah pertempuran.

Baca Juga :  Praperadilan Diperluas, Hak Advokat Diperkuat: Mampukah Budaya Hukum Kita Mengikutinya?

Pertempuran kedua ditandai dengan enam buah rakit yang dibakar oleh lascar Palembang. Selanjutnya, terjadi baku tembak antara kapal-kapal Belanda dan laskar Palembang. Pasukan Belanda terjepit saat mereka mencoba mendekati gerbang keraton sambil membordir laskar Palembang.

Sementara itu pasukan Belanda yang ada di keraton telah kocar-kacir diserang tanpa bisa membalas. Tembakan meriam kapal ke arah benteng pun tak mampu menghancurkan tembok istana yang ketebalannya mencapai dua meter dan tingginya delapan meter.

Baca Juga :  Menakar Konstitusionalitas dan Implementasi Perpres No. 8 Tahun 2026: Catatan untuk Negara

Setelah menarik pasukannya, Mutinghe mengeluarkan intruksi untuk menyerang kubu-kubu pertahanan Palembang, namun sampai pagi dini hari 14 Juni 1819 tidak terjadi penyerangan terhadap kubu Palembang. Sebaliknya, Mutinghe mengirim utusan untuk mengusulkan perundingan agar berdamai dengan Pangeran Adipati Tuo. Akan tetapi, Sultan Mahmud Badaruddin II menolak berdamai.

Perang dalam periode pertama ini berakhir dengan mundurnya armada Belanda menuju Sunsang. Kemenangan ini memberikan semangat untuk terus mempertahankan keberhasilan tersebut bagi Palembang.

Terdapat beberapa tokoh yang ikut berperan dalam perang tersebut, yang termaktub dalam “Syair Perang Mutinghe”, antara lain Khabib Muhammad Saleh, Pangeran Puspawijaya, Pangeran Wirasentika, Pangeran Wiradiwangsa, Pangeran Puspadiraja, Haji Abdulrohim, Citrawijaya, Ranggadarpacita, Temenggung Citradinata, dan Haji Mas’ud.

Berita Terkait

Demonstrasi Mahasiswa dan Kesehatan Demokrasi Kita
1 Juni dan Cermin Pancasila: Membaca Ulang Keberadaan Dasar Negara dalam Realitas Bangsa
RAN PE: Inikah Strategi Soft Approach Penanggulangan Ekstremisme Yang Mendiskreditkan Umat Islam?
Menakar Konstitusionalitas dan Implementasi Perpres No. 8 Tahun 2026: Catatan untuk Negara
Di Atas Putusan MK, Masihkah Ada Batas Kekuasaan?
Negara Tak Boleh Absen di Morowali
Komisi Percepatan Reformasi Polri Harus Kembali ke Relnya
Praperadilan Diperluas, Hak Advokat Diperkuat: Mampukah Budaya Hukum Kita Mengikutinya?
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:31 WIB

Demonstrasi Mahasiswa dan Kesehatan Demokrasi Kita

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:27 WIB

1 Juni dan Cermin Pancasila: Membaca Ulang Keberadaan Dasar Negara dalam Realitas Bangsa

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:53 WIB

RAN PE: Inikah Strategi Soft Approach Penanggulangan Ekstremisme Yang Mendiskreditkan Umat Islam?

Senin, 11 Mei 2026 - 07:41 WIB

Menakar Konstitusionalitas dan Implementasi Perpres No. 8 Tahun 2026: Catatan untuk Negara

Rabu, 17 Desember 2025 - 22:03 WIB

Di Atas Putusan MK, Masihkah Ada Batas Kekuasaan?

Berita Terbaru

OPINI

Demonstrasi Mahasiswa dan Kesehatan Demokrasi Kita

Senin, 15 Jun 2026 - 08:31 WIB